GWK Bali: Ikon Megah di Jantung Ungasan

Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cerita Patung 121 Meter dan Taman Budaya di Bali

apa sih GWK itu?
kamu pasti pernah lihat foto patung raksasa di Bali, kan? Nah, itu namanya GWK, singkatan Garuda Wisnu Kencana. GWK adalah taman budaya seluas sekitar 60 hektar yang ada di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Yuk kita lihat apa saja yang bikin tempat ini sering dibahas.

Apa yang Bikin GWK Spesial?
kamu yang suka seni dan pameran besar, GWK punya beberapa hal menarik nih.

  1. Patung utama
  • Nah, di sinilah hitungannya mulai seru: patung yang menggambarkan Dewa Wisnu menunggangi burung Garuda memiliki ketinggian 121 meter menurut catatan yang ada.
  • Patung ini dirancang oleh pematung I Nyoman Nuarta.
  1. Fungsi budaya dan acara
  • GWK dipakai sebagai lokasi pementasan seni dan jadi tempat acara berskala besar.
  • Lokasinya luas, jadi cocok untuk festival atau konferensi yang butuh ruang terbuka dan panggung besar.

Kapan dan Gimana Ceritanya? (Kronologi singkat)
kamu mau ringkasan waktunya? Ini versi singkatnya biar gampang diingat.

  1. 1989
  • Gagasan pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana lahir dari I Nyoman Nuarta.
  1. 1990
  • Gagasan mendapat restu dari Presiden Soeharto dan dukungan pejabat waktu itu.
  1. 8 Juni 1997
  • Peletakan batu pertama pembangunan GWK dilakukan.
  1. 1997–1998
  • Proyek sempat berhenti karena krisis moneter.
  1. 2006
  • Upaya menghidupkan kembali proyek dilakukan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Gubernur Bali pada waktu itu, namun terkendala anggaran.
  1. 2012
  • PT Alam Sutera Realty Tbk melalui anak usahanya PT Garuda Adhimatra Indonesia mengambil alih proyek sebagai pemilik lahan dan pengelola.
  1. 2012–2017
  • Pengelola baru menuntaskan pembangunan patung dalam kurun waktu sekitar lima tahun.
  1. 22 September 2018
  • Nah, di sinilah momen peresmian: pemasangan mahkota Dewa Wisnu dan upacara Melaspas yang dipimpin Presiden Joko Widodo menandai selesainya patung setinggi 121 meter.
  1. 2022–2024
  • GWK dipakai untuk acara internasional besar, termasuk KTT G20 pada November 2022 dan World Water Forum pada Mei 2024.

Siapa Saja yang Terlibat? (Tokoh & Pengelola)
kamu mau tahu siapa pemain utamanya? Simpel aja, ini daftar ringkas.

  1. Pencipta ide dan perancang
  • I Nyoman Nuarta — pematung penggagas dan perancang patung.
  1. Tokoh waktu awal
  • Soeharto — Presiden yang memberi restu awal gagasan.
  • Beberapa pejabat daerah dan menteri pada masa itu juga memberi dukungan.
  1. Pengelola modern
  • PT Alam Sutera Realty Tbk melalui anak usaha PT Garuda Adhimatra Indonesia yang mengambil alih lahan dan pengelolaan sejak 2012 dan menyelesaikan pembangunan.
  1. Presiden peresmian
  • Joko Widodo — memimpin peresmian pemasangan mahkota Wisnu pada 22 September 2018.

Ada Yang Ribut Juga — kontroversi singkat
kamu nggak akan kaget kalau proyek sebesar ini ada protes. Berikut inti masalah yang pernah muncul.

  1. Protes warga Ungasan
  • Warga sempat mengeluhkan pembangunan tembok di area GWK.
  • Pengelola menyatakan tembok dibangun di atas lahan milik perusahaan dan sudah melalui sosialisasi.
  • Masalah ini sempat dibawa ke DPRD Badung dan DPRD Bali.

Catatan: soal detail hukum, kompensasi, atau putusan resmi setelah protes itu, perlu dicek lagi kalau kamu butuh detail lebih jauh.

GWK dan Acara Internasional — dipakai buat apa aja?
kamu yang butuh referensi tempat acara, GWK ternyata sering dipilih untuk event besar.

  1. Contoh acara besar
  • KTT G20 pada November 2022.
  • World Water Forum pada Mei 2024.
  1. Kesimpulan singkat soal kapasitas acara
  • Karena area luas dan adanya ikon patung tinggi 121 meter, GWK cocok dipakai untuk acara berskala internasional yang butuh ruang besar dan latar visual kuat.

Soal Pengelolaan dan Dana
kamu pasti mikir, siapa yang modalin ini semua? Intinya begini.

  1. Pengambilalihan dan penyelesaian
  • PT Alam Sutera Realty Tbk lewat PT Garuda Adhimatra Indonesia mengambil alih lahan dan pengelolaan pada 2012.
  • Pengerjaan penuntasan patung dilakukan selama sekitar lima tahun oleh pengelola baru, sampai peresmian pada 2018.
  1. Hitungan duitnya
  • Nah, untuk angka-angka biaya pembangunan, tarif masuk, atau pendapatan dari acara, bahan yang ada tidak menyebutkan angka terperinci. Jadi kalau kamu perlu angka pasti, sebaiknya cek informasi resmi pengelola atau sumber yang mengumumkan tarif dan laporan keuangan.

Tips Singkat Kalau Mau Ke Sana
kamu yang berencana jalan-jalan, simak ini dulu.

  1. Cek dulu info praktis
  • Karena bahan ini tidak mencantumkan jam operasional, harga tiket, atau fasilitas terbaru, ada baiknya kamu cek situs resmi atau informasi lokal sebelum berangkat.
  1. Waktu kunjungan
  • Sebagai spot budaya dan pementasan, cari tahu apakah ada jadwal pertunjukan saat kamu datang supaya pengalaman lebih lengkap.

Jadi Gini Kesimpulannya
kamu sekarang tahu garis besar GWK: taman budaya sekitar 60 hektar di Ungasan, patung setinggi 121 meter karya I Nyoman Nuarta, perjalanan pembangunannya yang panjang dari 1989 sampai peresmian mahkota pada 22 September 2018, kontroversi lokal soal tembok, dan pemakaian kawasan itu untuk acara internasional seperti KTT G20 dan World Water Forum. Kalau mau detail teknis atau angka finansial lebih spesifik, cek informasi resmi pengelola atau dokumen publik terkait.