OMASYS bikin proses order di kafe atau restoran jadi simpel: scan QR, pilih menu, tambahin catatan, tentuin Dine In / Take Away / Self Pick Up, dan kirim pesanan dari HP di meja. Artikel ini nge-deep dive ke bagian itu — literally step-by-step, plus gimana backend merchant ngontrol alur dan metrik yang penting. Semua bahasan berdasar fitur OMASYS yang disediakan Studio Kami Mandiri, plus beberapa asumsi eksplisit yang perlu dicek sebelum implementasi.
Kenapa fitur pemesanan langsung dari meja itu ngefek
Singkatnya: pelanggan nggak perlu nunggu pelayan buat catat pesanan. Experience lebih cepat, staff bisa fokus ke operasional dapur, dan transaksi seringnya jadi lebih rapi karena ada konfirmasi digital. OMASYS memungkinkan flow ini tanpa install app — customer cukup pakai kamera HP dan diarahkan ke menu digital bermerek restoran.
Ini dia flow pemesanan di OMASYS (dari sisi pelanggan)
1. Scan QR
– QR code ditempatkan di meja. Pelanggan scan pakai kamera smartphone, langsung diarahkan ke menu digital di browser.
– Tidak perlu download aplikasi.
2. Browse menu dan pilih item
– Menu tampil berbrand restoran, lengkap foto, deskripsi, kategori, dan label promo.
– Pilih item, tentukan jumlah.
3. Tambah catatan (special request)
– Pelanggan bisa menulis catatan untuk tiap item. Misalnya: “no garlic”, “sauce on side”, atau permintaan lain yang spesifik.
– Catatan tersimpan bersama item di order, sehingga staf dapur dan kasir dapat melihat instruksi ini di dashboard.
4. Tentuin tipe pemesanan: Dine In / Take Away / Self Pick Up
– Pelanggan memilih opsi yang cocok.
– Pilihan ini mengubah alur operasional: misalnya Dine In biasanya dikirim ke kitchen untuk service meja, Take Away dikemas dan ditandai berbeda di tiket, Self Pick Up menandai pesanan untuk diambil oleh pelanggan sendiri.
– Sistem mendukung semua tiga pilihan tersebut secara native.
5. Kirim pesanan
– Setelah review, pelanggan submit order.
– Order terkirim ke dashboard merchant secara real-time, termasuk item, catatan, tipe pemesanan, dan data transaksi jika ada pembayaran online.
6. Pembayaran
– Pilihan tunai: pelanggan bisa memilih bayar tunai di kasir, tanpa biaya.
– Pembayaran online: terintegrasi dengan payment gateway (kartu kredit, transfer bank). Jika pelanggan bayar online, OMASYS mengenakan app fee 3% per transaksi; merchant tidak dikenai biaya langganan bulanan karena OMASYS gratis untuk merchant.
Dari sisi merchant: apa yang kelihatan di dashboard
1. Notifikasi dan manajemen pesanan
– Pesanan masuk real-time, lengkap dengan catatan pelanggan dan tipe pemesanan.
– Merchant bisa lihat status pesanan, riwayat, dan pendapatan harian.
2. Menu management
– Update menu, foto, harga, kategori, dan label promo kapan saja lewat dashboard. Perubahan sinkron ke menu digital langsung.
3. Laporan dan insight
– Pantau menu terlaris, transaksi, dan riwayat. Data ini membantu promosi dan stok.
4. Stok dan notifikasi
– Fitur untuk pantau stok bahan baku dan notifikasi stok menipis disebutkan. Sistem diklaim bisa sinkronkan ketersediaan bahan dengan ketersediaan item di menu.
5. Multi-outlet
– Fitur untuk kelola beberapa outlet disebut akan hadir di pembaruan berikutnya. Jika bisnismu multi-outlet, perlu konfirmasi kapan fitur ini aktif.
Contoh skenario operasional nyata
1. Meja A, pelanggan pilih Dine In
– Mereka pesan 2 item, satu dengan catatan “less spicy”. Order muncul di dashboard dapur dengan label Dine In. Staf service tahu meja mana pemesanannya.
2. Pelanggan pilih Self Pick Up
– Order diberi status pickup. Dapur memproses pesanan, lalu kasir tandai siap ambil. Notifikasi atau tanda ‘ready’ bisa dipakai untuk manage antrean pickup.
3. Pembayaran online + promo
– Pelanggan memasukkan kode voucher saat checkout, melakukan pembayaran online. Setelah sukses, sistem membuat e-receipt. OMASYS mengenakan 3% app fee pada transaksi online tersebut.
Hal-hal teknis & operasional yang perlu dicek sebelum rollout (asumsi yang wajib divalidasi)
1. Integrasi POS dan printer kitchen
– Asumsi: OMASYS mengirim order ke dashboard. Perlu dicek apakah ada integrasi langsung ke printer dapur atau POS existing di resto. Jika nggak ada, kemungkinan perlu solusi middleware atau pengaturan manual.
2. Latency notifikasi
– Asumsi: notifikasi real-time. Sebaiknya tes di jam sibuk untuk memastikan order muncul instan di dashboard dan/atau printer.
3. Konfigurasi area dan penandaan meja
– Asumsi: QR code harus unik per meja supaya staff tahu asal pesanan. Pastikan proses pembuatan QR per meja dan penempatan fisik sudah disiapkan.
4. Proses refund atau perubahan pesanan
– Asumsi: ada mekanisme edit/cancel setelah submit. Perlu dikonfirmasi workflow refund untuk pembayaran online, termasuk alur pembatalan jika customer berubah pikiran.
5. GDPR/Keamanan data pelanggan
– Asumsi: data transaksi aman di server cloud. Untuk kafe/resto dengan kebutuhan compliance tertentu, tanyakan detail security dan retention policy.
Harga dan onboarding
– OMASYS gratis untuk merchant. Tidak ada biaya bulanan atau setup. Hanya ada 3% app fee saat pelanggan bayar online.
– Onboarding digadang cepat dan didukung tim Studio Kami Mandiri. Perkiraan waktu aktif QR sampai bisa dipakai biasanya singkat; ini perlu dicek lagi dengan tim sales untuk estimasi exact time dan kebutuhan materi branding.
Kontak jika mau cek langsung (buat restonya)
– WhatsApp: +62 811 386 2200
– Email: marketing@studiokami.com
– Alamat: Jl. Thamrin No.31, Denpasar, Bali
OMASYS memfokuskan pengalaman pemesanan dari meja: scan QR, pilih item, tambah catatan, pilih Dine In/Take Away/Self Pick Up, dan kirim pesanan — semua dilakukan dari HP tanpa app. Untuk merchant, feature set ini ngasih kontrol real-time atas pesanan dan menu, sekaligus opsi pembayaran online dengan model revenue share 3% per transaksi online. Sebelum implementasi, cek beberapa aspek operasional seperti integrasi printer/POS, pengaturan QR per meja, dan alur cancel/refund supaya operasional jalan mulus.