Pagi di Nusa Dua

Selamat Pagi Nusa Dua Suasana ITDC Nusa Dua Bali, Senin 28 September 2026, 07:55 WITA

Halo pagi, kamu lagi di mana?
Pagi di Nusa Dua hari ini terasa segar. Kamu bisa bayangkan jalan yang masih lengang, angin laut tipis, dan aktivitas staf kawasan mulai bergerak. Suasana pada pukul 07:55 WITA ini cocok buat jalan santai atau sekadar ngopi sambil lihat pantai dari kejauhan. Yuk, kita lihat apa saja yang lagi terjadi di balik pemandangan pagi ini.

https://www.instagram.com/reel/Ddz4I78P3Af/?stkn=MTNzZHlhemU0bjRpNg==

Gampangnya, apa yang lagi digarap di The Nusa Dua?
Kamu pasti penasaran: apa sih fokus utama sekarang? Intinya, The Nusa Dua sedang masuk ke fase baru yang fokus ke pembaruan kawasan supaya lebih modern dan ramah lingkungan, sambil tetap menghormati budaya setempat. Proyek kickoff peremajaan sudah berjalan dan beberapa titik diprioritaskan dulu, salah satunya Peninsula Island.

Peninsula Island dan titik-titik yang mulai berubah
– Peninsula Island jadi titik awal pekerjaan. Kamu bakal lihat penataan ulang area panggung untuk event, akses menuju Water Blow yang diperbarui, dan pembangunan area khusus buat acara pernikahan.
– Pulau Nusa Dharma direncanakan sebagai tempat untuk kegiatan kebugaran seperti yoga dan meditasi, cocok buat kamu yang cari ketenangan pagi.

Nah, di sinilah hitungannya mulai seru: pekerjaan fisik yang direncanakan
Sebelum menyebut angka, ingat ya, ini berdasar rencana yang diumumkan. Jadi angkanya sebagai gambaran, bukan harga final atau jadwal mutlak.

1. Jalan dan penerangan
– Nah, coba kita itung bareng-bareng: overlay jalan direncanakan sepanjang 3,7 km.
– Penataan jalan setapak direncanakan sekitar 7,5 km, plus peningkatan pencahayaan di titik-titik strategis.

2. Sampah dan lingkungan
– Untuk urusan sampah, direncanakan fasilitas pengelolaan berbasis TPS3R sampai 5.000 meter persegi. Fasilitas ini bakal bantu pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah di kawasan.

3. Air bersih dari laut
– Ada rencana produksi air bersih dengan teknologi Reverse Osmosis dari air laut. Perkiraan kapasitas produksinya sekitar 1.000.000 meter kubik per tahun untuk memenuhi kebutuhan hotel dan tenant di kawasan. Angka ini dipresentasikan sebagai sasaran produksi.

Izin pemanfaatan air laut (ALSE) dan teknologi SWRO — singkatannya dijelaskan biar gampang
Kamu mungkin baru dengar istilah ALSE dan SWRO. Santai, ini penjelasan singkatnya.

– ALSE: izin pemanfaatan air laut selain untuk energi. Izin ini dipakai agar air laut dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, misalnya jadi sumber air bersih.
– SWRO: cara menyaring air laut jadi air minum dengan teknologi yang pada dasarnya memaksa air lewat membran halus sehingga garam dan kotoran tertinggal. Kamu bisa bayangkan seperti saringan super-rapat yang ngubah air asin jadi layak minum.

Perusahaan pengelola kawasan mendapatkan izin ALSE untuk mendukung penyediaan air bersih ini. Secara naratif, diklaim sebagai langkah baru dalam penyediaan air bagi kawasan wisata.

Soal waktu dan sejarahnya — sedetik kilas balik
Kamu suka angka sejarah? Kawasan The Nusa Dua mulai dikembangkan sejak 1973. Kalau dihitung-hitung, proyek rejuvenasi ini muncul setelah puluhan tahun pengembangan, sebuah momen yang dipandang sebagai fase penting untuk modernisasi dan keberlanjutan.

Siapa yang terlibat dan peran mereka?
Kamu pasti paham, proyek kayak gini butuh pemimpin yang jelas. Ada beberapa tokoh yang disebut sebagai penggerak dan pemberi kebijakan di proses ini, termasuk pimpinan perusahaan pengelola kawasan yang menyampaikan tujuan dan komitmen peremajaan, serta pejabat yang mengurusi izin pemanfaatan laut. Nama-nama ini muncul sebagai penanggung jawab komunikasi proyek.

Enak-Gaknya proyek ini — beberapa catatan untuk kamu yang memperhatikan
Kamu yang suka ngamatin pasti bertanya soal dampak dan praktikalitasnya. Berikut beberapa hal yang layak dicatat, dengan catatan: jika ada yang belum jelas, perlu diverifikasi lebih lanjut.

1. Keberlanjutan operasional
– Penggunaan SWRO butuh listrik dan pemeliharaan membran. Jadi, selain investasi awal, ada kebutuhan operasional kontinu yang harus dipertimbangkan agar produksi air stabil.

2. Pengelolaan sampah
– Luasan TPS3R yang direncanakan memberi ruang manajemen sampah terpusat. Namun tata kelola sehari-hari, pemilahan dari sumber, dan rute pengangkutan perlu disesuaikan supaya efektif.

3. Akses dan kenyamanan pengunjung
– Overlay jalan dan penataan jalan setapak bertujuan memperbaiki kenyamanan pejalan kaki dan pengunjung event. Selama pekerjaan berlangsung, potensi gangguan lalu lintas sementara perlu manajemen yang jelas agar aktivitas wisata tidak terganggu.

Semua poin di atas adalah pertimbangan logis berdasarkan rencana; beberapa detail pelaksanaan praktis masih harus dicek kembali bila kamu butuh kepastian operasional.


Pagi ini suasana Nusa Dua tenang, tapi di balik tenang itu ada aktivitas besar: rejuvenasi kawasan yang fokus ke pembaruan infrastruktur, penataan area event, pengembangan pulau wellness, pengelolaan sampah, dan penyediaan air bersih dari laut lewat teknologi SWRO dengan kapasitas yang diperkirakan mencapai satu juta meter kubik per tahun. Proyek ini diarahkan mengikuti masterplan kawasan dan kajian lingkungan, serta melibatkan izin pemanfaatan air laut untuk mendukung kebutuhan pariwisata. Kamu yang lagi di Nusa Dua pagi ini kemungkinan sudah mulai melihat tanda-tanda perubahan di sejumlah titik.