Komunitas @stdl_panjer dari #BalikAmiGroup di Banjar Kaja Panjer, Denpasar, kembali menunjukkan kreativitas melalui Ogoh-Ogoh bertema “Caka 1948”. Karya seni tradisional yang penuh filosofi ini lahir dari serangkaian proses kreatif yang berliku.
Dari Konsep ke Kerangka
Awalnya adalah konsep dan filosofi di balik “Caka 1948”. Setelah matang, proses dimulai dengan pembuatan bonyokan (kerangka) dari bambu dan kayu. Kerangka ini menjadi pondasi utama yang menentukan bentuk dan stabilitas ogoh-ogoh.
Senyawa Tradisi dan Modern
Tahap selanjutnya adalah pembentukan badan. Para seniman menggunakan styrofoam dan barak untuk mengukir detail tubuh, otot, dan ekspresi wajah yang dinamis. Bahan modern ini memungkinkan detail yang lebih halus dan presisi.
Sentuhan Akhir: Warna dan Jiwa
Setelah bentuk sempurna, permukaan dilapisi dan siap untuk tahap yang paling hidup: pewarnaan. Dengan cat akrilik, ogoh-ogoh mendapatkan nuansa gelap-terang dan warna simbolik. Aksesoris seperti kain poleng, rambut ijuk, dan properti lain kemudian ditambahkan, memberikan karakter dan cerita pada Ogoh-Ogoh Caka 1948.
Lebih dari Sekadar Patung
Proses pembuatan ini adalah wujud gotong royong dan pelestarian budaya oleh generasi muda #BalikAmi. Setiap tahap tidak hanya tentang keterampilan tangan, tetapi juga tentang merawat nilai-nilai kebersamaan dan tradisi.
Ogoh-ogoh ini siap untuk diarak dalam rangkaian Hari Raya Nyepi, membawa pesan simbolis sebelum akhirnya dibakar sebagai bentuk penyucian.